Suara-suara itu…
Orang-orang yang hilir mudik kesana kemari itu…
Berhenti…
Diam….
Rasa-rasanya semuanya masuk begitu saja ke dalam kepalaku. Rasa-rasanya aku memiliki pendengaran ultrasonik. Suara yang terdengar begitu jelas hingga menusuk ke dalam rumah siput. Suara sekecil apapun begitu kentara terdengar. Bahkan derap langkah kawanan semut hampir terdengar. Genderang telinga berdentang kencang.
Stress, karena aku paling tidak suka dengan keributan yang tak berirama. Hati tidak tenang. Pikiran gundah. Akal tak bisa berpikir jernih. Kata-kata terlontar bagaikan sumpah serapah. Semuanya sampah. Ingin rasanya aku pergi ke hutan yang sepi. Tempat dimana aku temukan kedamaian. Tempat dimana aku tidak melihat keangkaramurkaan manusia. Tapi hutan mana? Sedangkan keangkaramurkaan manusia kini dapat terlihat di dalam hutan selebat apapun. Mereka berbicara lewat potongan tubuh mereka yang dibabat habis oleh manusia. Pokoknya aku tak mau mendengar lagi suarau keributan.
“Stres ya? Gusar ya? Aku punya solusi nih” teman kecilku muncul kembali membisikkan dalam hati.
“Apa solusimu ha! Rokok? Jangan mimpi kamu dapat membujukku”jawabku.
“Ah, kayak siapa saja. Sudah lupa ya akan keiasaanmu? Bukankah kamu akan menghabiskan 2 bungkus rokok sekaligus ketika kamu merasa stres?”
“Tidak. Aku bukan perokok lagi. Rokok tak akan menyelesaikan rasa stress ini. Mereka justru menambah stress”jelasku
“Terang aja mereka nambah stress. Lha wong kamu dapat rokoknya ngutang di warung Pak Tikno tho?”
“Tidak. Pokoknya aku tidak mau melakukannya lagi”
Kuabaikan teman kecilku. Aku sadar rokok tak akan menyelesaikan rasa stres yang menghinggap kini. Kadar nikotin yang terkandung di dalamnya memang aku akui bersifat menenangkan. Membuat para penghisapnya merasakan sensasi ketenangan yang sangat. Tetapi itu semua tak menyelesaikan masalahku. Aku teringat apa yang di sampaikan guruku. Jika hati merasa gundah. Diri diselimuti kemarahan yang sangat maka segeralah ambil air wudhu. Basuhlah kepala dan ubun-ubun dengan air untuk meredakan aura api neraka yang berkobar dalam hati.
DIarsipkan di bawah: JEJAKKU

Alhamdulillah.
Selamat dan terus berjuang. Jangan lupa traktir saya ya uang rokoknya yang tidak dibakar lagi.
Coba ganti tangan yg memegang rokok mencoba memegang sesuatu benda lain, misalnya tasbeh atau bola kecil lembut dll. Agar nervouse hilang.